Kabut Asap Karhutla Belum Berlalu, Bebie Imbau Warga Murung Raya Waspada dan Gunakan Masker

Oplus_16908288

– Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas udara serta dampaknya bagi kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Bebie, S.Sos., S.H., S.P., M.M., M.A.P., mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menjaga kesehatan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

Bebie mengingatkan warga untuk menggunakan masker sebagai salah satu langkah perlindungan dari paparan asap. Ia juga meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara memburuk, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Menurutnya, upaya melindungi kesehatan masyarakat perlu diimbangi dengan keterlibatan semua pihak dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dinilai penting guna mengurangi risiko kebakaran berulang.

Bebie juga menyoroti bahwa persoalan kabut asap tidak hanya terjadi di Kabupaten Murung Raya. Sejumlah wilayah lain di Kalimantan Tengah turut menghadapi ancaman karhutla dan dampak asap, sehingga diperlukan koordinasi serta kerja sama lintas wilayah dalam penanganannya.

“Kerja sama lintas wilayah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak saat ini. Kesiapsiagaan dan kepedulian dari semua pihak adalah kunci agar dampak kabut asap ini bisa kita tekan seminimal mungkin,” ujar Bebie kepada awak media, Rabu (7/10/2026).

Ia berharap pemerintah daerah, instansi terkait, aparat, dan masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Langkah tersebut diperlukan untuk menekan risiko kebakaran sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan dan kehidupan masyarakat.

Bebie juga mengingatkan masyarakat agar segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, nyeri dada, atau gangguan pernapasan yang memburuk akibat paparan asap.

Melalui kerja sama dan kepedulian bersama, diharapkan dampak kabut asap di Kabupaten Murung Raya dapat diminimalkan dan kondisi lingkungan serta kualitas udara berangsur membaik.

(Red/Setya) .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *