Masyarakat Kalteng Disuguhi Huma Betang Night, UMKM dan Budaya Tradisional Jadi Daya Tarik

GEMASUARAMEDIA.COM, PALANGKA RAYA – Masyarakat Kalimantan Tengah antusias memadati kawasan pelaksanaan Huma Betang Night yang menghadirkan perpaduan menarik antara geliat UMKM lokal dan pertunjukan budaya tradisional khas daerah. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan yang mempererat hubungan sosial sekaligus mengangkat potensi ekonomi kerakyatan.

Huma Betang Night tidak hanya menjadi ajang hiburan malam bagi warga, tetapi juga wadah promosi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk unggulan mereka, mulai dari kuliner khas daerah, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lainnya.

Nuansa budaya semakin terasa dengan hadirnya pertunjukan seni tradisional seperti tarian daerah, musik etnik Dayak, hingga penampilan seni khas Kalimantan Tengah yang memikat perhatian pengunjung. Konsep ini dinilai mampu menjaga warisan budaya sekaligus memberikan ruang ekspresi bagi generasi muda.

Plt Sekda Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Huma Betang Night merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis budaya lokal.

“Huma Betang Night bukan sekadar hiburan, tetapi simbol kebersamaan, persatuan, dan semangat membangun ekonomi masyarakat melalui UMKM yang dipadukan dengan kekayaan budaya daerah. Ini adalah wajah Kalimantan Tengah yang harus terus kita jaga dan kembangkan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan daya tarik wisata lokal yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Para pengunjung mengaku senang dengan hadirnya kegiatan tersebut karena selain dapat menikmati hiburan budaya, mereka juga dapat berbelanja produk lokal dengan suasana yang nyaman dan penuh kebersamaan.

Huma Betang Night diharapkan terus menjadi agenda rutin yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat serta menjaga eksistensi budaya tradisional Kalimantan Tengah di tengah perkembangan zaman.

(Anton).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *