Ritual Tiwah 2026: Prosesi Suci Kematian Tingkat Akhir Umat Hindu Kaharingan

GEMASUARAMEDIA.COM, TAHAWA – Sebanyak 20 arwah mengikuti Ritual Tiwah tahun ini. Pemimpin ritual (Basir), Obing, menegaskan bahwa Tiwah merupakan ritual keagamaan suci tingkat akhir umat Hindu Kaharingan untuk mengantarkan arwah ke tempat keabadian, bukan sekadar adat istiadat umum.

“Semua arwah yang ditiwahkan pada dasarnya umat Hindu Kaharingan. Namun, ada pengecualian jika arwah dari keluarga Kaharingan meminta langsung melalui mimpi atau peristiwa spiritual kepada keturunannya,” ujar Obing, Sabtu (30/5/2026).

Ketentuan Acara dan Anggaran ;

Prosesi Tabuh: Dilaksanakan dua kali sesuai keputusan panitia.

Undangan: Jika didukung anggaran pemerintah, pihak terkait wajib diundang. Jika digelar mandiri oleh keluarga, undangan menjadi hak penuh panitia.

Rangkaian ritual telah dimulai sejak 23 April 2026 melalui tahap Baramu (persiapan alat) dan dijadwalkan selesai pada 14 Juni 2026. Obing berharap acara berjalan lancar dan mendapat dukungan pemerintah, meski menegaskan ritual ini akan selalu tetap berjalan mandiri sejak zaman nenek moyang.

Tiwah kali ini menyiapkan 20 ekor kerbau dan 7 ekor babi. Namun, jumlah ini fleksibel. Beberapa keluarga dapat bergabung dalam satu kelompok, dan jenis hewan kurban bisa disesuaikan dengan kemampuan ekonomi peserta.

Peserta Tiwah tahun ini bersifat terbuka dari berbagai daerah, mulai dari desa setempat hingga Desa Tahawa, Desa Parahyangan, Desa Buhut Lawa, dan Desa Petuk Liti.

Pewarta : Edwin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *