Maraknya aktivitas pengisian BBM jenis Pertalite dan Pertamax 92 di SPBU Jalan Seth Adji, Kota Palangka Raya, Menjadi Sorotan Masyarakat. 

GEMASUARAMEDIA.COM, PALANGKA RAYA – Sejumlah warga menduga SPBU tersebut kerap dikuasai oleh para pelangsir yang melakukan pengisian berulang menggunakan kendaraan roda 4 yang sama setiap harinya 5/5/2026.

Kondisi ini dinilai merugikan masyarakat umum yang benar-benar membutuhkan BBM untuk keperluan sehari-hari. Antrean panjang sering terjadi, bahkan tidak jarang warga harus menunggu cukup lama hanya mendapatkan jatah bahan bakar.

Pantauan media ini di SPBU Sethajie berbagai jenis merk mobil tua antrian serbu Pertamax 92 walaupun itu tidak subsidi. Ada seorang Pelangsir mengusir ibu ibu mengisi BBM jenis Pertamax 92 dengan mobil kecil disebabkan kehabisan bahan bakar.

” Saya mohon pak duluan tuk mengantar anak sekolah takut tak sampai karena bahan bakarnya tak cukup sampai sekolah, beruntung ada seorang Pelangsir mendahulukan ibu tersebut, agar ada ribut, ” ujar ibu yang tak mau identitas nya di publikasikan kepada awak Media.

Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa praktik pelangsiran tersebut sudah berlangsung cukup lama dan seolah dibiarkan.

“Setiap hari kami melihat kendaraan yang itu-itu saja bolak-balik mengisi BBM. Kadang sampai beberapa kali. Masyarakat biasa jadi kesulitan karena stok cepat habis,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan dari pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait perlu diperketat agar distribusi BBM subsidi maupun non subsidi benar-benar tepat sasaran.

Sementara itu, masyarakat berharap pihak PT Pertamina Patra Niaga bersama aparat penegak hukum dapat turun langsung melakukan pengecekan lapangan, guna memastikan tidak ada praktik penyalahgunaan distribusi BBM.

“Kalau memang ada permainan pelangsir, harus segera ditertibkan. Jangan sampai masyarakat kecil yang selalu dirugikan,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU Jalan Seth Adji belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Warga berharap ada tindakan nyata agar pelayanan distribusi BBM kembali berjalan tertib, adil, dan transparan.

(Red/Atn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *